Perbincangan ini dimulai setelah saya mencoba untuk membandingkan pengeluaran saya dengan teman satu kantor, dan satu kos. Sebuah diskusi kecil-kecilan yang dimulai dengan pertanyaan, "Kamu sebulan sekali ngambil atm berapa?" (buset dah atm diambil…
). Saya yang terbiasa tidak pernah hitung-hitung pengeluaran saya setiap bulannya, mulai khawatir barangkali saya terlalu boros, meskipun tidak pernah sampai besar pasak daripada tiang. Masih ada saja sisa yang ditabung. Alhamdulillah.
Lalapan ayam kampung khas utama. Untuk semua konsumen. Mari berdoa sebelum makan. Agar bisa menikmati hidangan yang kami sajikan. Yang sudah menikmati kami sampaikan terimakasih. Apabila ada kekurangan mohon saran. Nikmat di perjalanan kami doakan selamat sampai tujuan.
Hehehe ada-ada aja. Kreativitas ini bisa anda temukan di sebuah rumah makan di Jalan Martopuro 195 Purwosari Pasuruan
Dusun Semambung, Grati, Pasuruan, di siang yang terik, saat sedang panas-panasnya menyengat kulit-kulit manusia yang sengaja menantang pijar nan dipancar matahari. Sekelompok manusia sedang bekerja sama demi sebuah hajat pribadi seseorang di antara mereka. Tanpa pamrih, tanpa dibayar. Karena uang berapa pun besar nilainya tidak mampu membalas seseorang yang paling pertama mengurus mereka ketika mereka meninggal dunia, dibandingkan dengan sanak saudara yang paling kandung yang mereka miliki. Ya seseorang itu -si empunya hajat- tidak lain dan tidak bukan adalah tetangga mereka.
[ Baca Selengkapnya ]"… Moga sehat, sukses, diberi kemudahan dan rezeki yang barokah…. AMIN. Mama selalu berdoa mudah-mudahan Adik mendapat yang terbaik dalam segala hal…"
Amin ya Robbal ‘Alamin…. Hmmm betapa indahnya
Purwanindita returns with new theme! Hehehe. HITAM atau PUTIH ! Karena abu-abu hanya untuk orang yang ragu-ragu. Hmmm kurang lebih begitu filosofi dari tema yang saya pakai sekarang ini. Simple tapi tegas! Meski mungkin kesannya warna tema ini terlalu "mati".Tapi mudah-mudahan tulisan-tulisan saya bisa menjadikan blog ini lebih "berwarna". Bukankah hidup itu penuh warna? Hehehe.
Oya mumpung masih dalam suasana Syawal, kepada muslimin saya ucapkan:
Taqoballallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir batin yak !
